MAKALAH
PROSES PENGEMBANGAN KURIKULUM PAI
Disusun
untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengembangan Kurikulum PAI
yang
dibimbing oleh Dr. H. Saihan, S.Ag. M.Pd.
Disusun oleh :
1.
Saipul Bahri (T20171383)
2.
Mochammad Ridwan Nur Zein (T20171365)
3.
Dewi Ika Rizkyana (T20171381)
4.
Layyinatul Hasanah (T20171363)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEPTEMBER 2018
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis haturkan kehadirat
Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat
menyelsaikan tugas pembuatan makalah ini.
Dalam pembuatan makalah ini, banyak kesulitan
yang penulis alami terutama di sebabkan oleh kurangnya pengetahuan. Namun
berkat bimbingan dan bantuan dari semua pihak akhirnya makalah ini dapat
terslesaikan tepat pada waktunya.
Makalah ini di buat dalam rangka membahas proses pengembangan kurikulum PAI
sekaligus melakukan apa yang menjadi tugas mahasiswa yang mengikuti mata kuliah
”Pengembangan Kurikulum PAI”
Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima
kasih kepada semua pihak yang telah membantu
dalam menyusun makalah ini, khususnya kepada Dosen pengampuh mata kuliah Pengembangan
Kurikulum PAI, Rekan-rekan mahasiswa, dan lain-lain. Semoga makalah ini
bermanfaat bagi kita semua.
Jember,
26 Septeber 2018
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR......................................................................... i
DAFTAR ISI ........................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ......................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .................................................................... 1
C. Tujuan Penulisan ...................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Pengembangan kurikulum....................................... 2
B. Langkah-langkah pengembangan kurikulum............................ 4
C. Proses Pengembangan Kurikulum PAI..................................... 5
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan............................................................................... 7
B. Saran ........................................................................................ 7
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................... 9
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kurikulum dalam konteks pendidikan merupakan
seperangkangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajran
serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran
untuk mencapai tujuan pendidikan.
Seiring berjalannya waktu dan perubahan pola pikir
manusia kurikulum mengalami perkembangan dan perubahan untuk memenuhi kebutuhan
zaman serta untuk menghadapi tantangan yang dihadapi pendidikan. Dengan
demikian mempelajari proses terjadinya pengembangan kurikulum pendidikan perlu
kita pelajarinya untuk menjawab tuntutan zaman.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud pengembangan kurikulum?
2. Apa saja langkah-langkah pengembangan
kurikulum
3. Bagaimana proses pengembangan kurikulum PAI?
C. Tujuan
Penulisan
1. Mengetahui pengertian pengembangan kurikulum.
2. Mengetahui langkah-langkah pengembangan kurikulum.
3. Mengetahui proses pengembangan kurikulum PAI.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
pengembangan kurikulum
Pada dasarnya pengembangan kurikulum ialah
mengarahkan kurikulum sekarang ke tujuan yang diharapkan karena adanya berbagai
pengaruh yang sifatnya positif yang datangnya dari luar atau dari dalam
sendiri, dengan harapan agar peserta didik dapat menghadapi masa depannya
dengan baik. Oleh karena itu pengembangan kurikulum bersifat antisipatif,
adaptif, dan aplikatif. Antisipatif dalam pengembangan kurikulum dapat
diarahkan ke hal-hal jangka pendek dan jangka panjang, seperti pada pengarahan
pelita I, II, III dan seterusnya dan PJPT II, III dan seterusnnya.[1]
Pengembangan kurikulum, maksud dari
pengembangan kurikulum disini adalah penyusunan rencana tentang isi dan bahan
pelajara yang harus dipelajari serta bagaimana cara mempelajarinya.
Pengembangan kurikulum juga sebuah proses perencanaan kurikulum agar
menghasilkan rencana kurikulum yang luas dan spesifik. Proses ini berhubungan
dengan seleksi dan pengorganisasian berbagai komponen situasi belajar mengajar,
antara lain penetapan jadwal pengorganisasian kurikulum dan spesifikasi tujuan
yang disarankan, mata pelajaran, kegiatan, sumber dan alat pengukur
pengembangan kurikulum yang mengacu pada kreasi sumber-sumber unit, dan garis
pelajaran kurikulum ganda lainnya, untuk memudahkan proses belajar mengajar.[2]
Pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam
(PAI) dapat diartikan sebagai: (1) kegiatan menghasilkan kurikulum PAI; atau
(2) proses yang mengaitkan satu komponen dengan yang lainnya untuk menghasilkan
kurikulum PAI yang lebih baik; dan/atau (3) kegiatan penyusunan (desain),
pelaksanaan, penilaian dan penyempurnaan kurikulum PAI.
Dalam realitas sejarahnya, pengembangan
kurikulum PAI tersebut ternyata mengalami perubahan-perubahan paradigma,
walaupun dalam beberapa hal tertentu paradigma sebelumnya masih tetap dipertahankan
hingga sekarang. Hal ini dapat dicermati dari fenomena berikut: (1) perubahan
dari tekanan pada hafalan dan daya ingatan tentang teks-teks dari ajaran-ajaran
agama Islam, serta disiplin mental spritual sebagaimana pengaruh dari Timur
Tengah, kepada pemahaman tujuan, makna dan motivasi beragama Islam untuk
mencapai tujuan PAI; (2) perubahan dari cara berpikir tekstual, normatif dan
absolutis kepada cara berpikir historis, empiris, dan kontekstual dalam
memahami dan menjelaskan ajaran-ajaran dan nilai-nilai agama Islam; (3)
perubahan dari tekanan pada produk atau hasil pemikiran keagamaan Islam dari
para penghulunya kepada proses atau metodologinya sehingga menghasilkan produk
tersebut; dan (4) perubahan dari pola pengembangan kurikulum PAI yang hanya
mengandalkan pada para pakar dalam memilih dan menyusun isi kurikulum PAI ke
arah keterlibatan yang luas dari para pakar, guru, peserta didik, masyarakat
untuk mengidentifikasi tujuan PAI dan cara-cara mencapainya.[3]
Berbagai kriteria yang perlu diperhatikan
dalam pengembangan kurikulum ialah pengembangan tidak bertentangan dengan:
Pancasila dan UUD 1945, nilai-nilai hidup, tujuan pendidikan nasional GBHN,
Peraturan Pemerintah No.26,27,28,29, dan 30 tahun 1990, Undang-Undang
Pendidikan Tahun 2003, dan juga hendaknya memperhatikan perkembangan IPTEKS dan
karakteristik peserta didiknya.[4]
B. Langkah-langkah pengembangan kurikulum
Penyusunan dan pengembangan kurikulum dapat
menempuh langkah-langkah sebagai berikut :
Perumusan
tujuan. Sebagaimana diuraikan diatas, tujuan dirumuskan berdasarkan
analisis terhadap berbagai kebutuhan, tuntutan, dan harapan. Oleh karena itu
tujuan dirumuskan dengan mempertimbangkan faktor-faktor masyarakat, siswa itu
sendiri, serta ilmu pengetahuan. Tujuan pendidikan harus mengembangkan perilaku
akhir peserta didik setelah mengekuti program pendidikan, sehingga tujuan
tersebut harus dijelaskan secara jelas agar mempermudah tujuan untuk dicapai.
Arah penentuan tujuan pendidikan ada lima faktor, yaitu; pengembangan kemampuan
berpikir, membantu memperoleh informasi, sikap kemasyarakatan, minat peserta
didik, dan sikap sosial.
Menentukan
isi. Isi kurikulum merupakan pengalaman belajar yang direncanakan akan
diperoleh siswa selama mengikuti pendidikan. Pengalaman belajar ini dapat
berupa mempelajari mata pelajaran atau jenis-jenis pengalaman belajar lain
sesuai dengan bentuk kurikulum itu sendiri.
Organisasi
dan proses belajar mengajar. Organisasi kegiatan dapat dirumuskan sesuai dengan tujuan dan
pengalaman-pengalaman belajar yang menjadi isi kurikulum, dengan
mempertimbangkan bentuk kurikulum yang digunakan. Didalamnya harus mencakup
tahapan-tahapan belajar dan isi atau materi belajar. Pengorganisasian
pengalaman belajar bisa dilakukan secara vertical maupun horizontal, serta
memperhatikan aspek kesinambungan.
Evaluasi
kurikulum. Evaluasi kurikulum mengacu kepada tujuan kurikulum, dan
dilakukan dengan memperhatikan prinsip-prinsip evaluasi, sebagaimana dijelaskan
dimuka. Evaluasi perlu dilakukan untuk memperoleh balikan sebagai dasar dalam
melakukan perbaikan, oleh karena itu evaluasi perlu dilakukan secara terus
menerus. Jenis penilaian yang akan digunakan, harus sesuai dengan sifat dari
tujuan pendidikan, materi pembelajaran, proses belajar yang telah diterapkan
sebelumnya, serta prinsip-prinsip evaluasi yang ada.[5]
C. Proses pengembangan kurikulum PAI
Dalam mengembangan kurikulum PAI dimulai dari
kegiatan perencanaan kurikulum. Dalam menyusun perencanaan ini didahului oleh
ide-ide yang akan dituangkan dan dikembangkan dalam program. Ide kurikulum bisa
berasal dari:
1.
Visi yang dicanangkan
Visi (vision) adalah the statement of ideas
or hopes, yakni pernyataan tentang cita-cita atau harapan-harapan yang
ingin dicapai oleh suatu lembaga pendidikan dalam jangka panjang.
2. kebutuhan stakeholder (siswa,
masyarakat, pengguna lulusan), dan kebutuhan untuk studi lanjut.
3. Hasil evaluasi kurikulum sebelumnya dan
tuntunan perkembangan ipteks & zama.
4. Pandangan-pandangan para pakar dengan berbagai
latar belakangnya.
5. kecenderungan era globalisasi, yang
menuntut seseorang untuk memiliki etos belajar sepanjang hayat, melek sosial,
ekonomi, politik, budaya dan teknologi.
Kelima
ide tersebut kemudian diramu sedemikian rupa untuk dikembangkan dalam program
atau kurikulum sebagai dokumen, yang antara lain berisi: informasi dan jenis
dokumen yang dihasilkan; bentuk/format silabus; dan komponen-komponen kurikulum
yang harus dikembangkan. Apa yang tertuang dalam dokumen tersebut kemudian
dikembangkan dan disosialalisasikan dalam proses pelaksanaannya, yang dapat
berupa pengembangan kurikulum dalam bentuk satuan acara pembelajaran atau SAP,
proses pembelajaran di kelas atau di luar kelas, serta evaluasi pembelajaran,
sehingga diketahui tingkat efisiensi dan evektifitas. Dari evaluasi ini akan
diperoleh umpan balik (feed back) untuk digunakan dalam penyempurnaan
kurikulum berikutnya. Dengan demikian, proses pengembangan kurikulum menuntut
adanya evaluasi secara berkelanjutan mulai dari perencanaan, implementasi
hingga evaluasinya itu sendiri.
Karena
itu, pengembangan kurikulum PAI perlu dilakukan secara terus menerus guna
merespons dan mengantisipasi perkembangan dan tuntutan yang ada tampa harus
menunggu pergantian Mentri Pendidikan Nasional atau Mentri Agama. Apalagi saat
ini masyarakat sudah memasuki era globalisasi, baik di bidang ipteks maupun
sosial, politik, budaya dan etika. Hal ini akan berimplikasi pada masalah
pendidikan yang harus segera diatasi, tanpa harus menunggu-nunggu keputusan
dari atas.[6]
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pengembangan kurikulum ialah mengarahkan
kurikulum sekarang ke tujuan yang diharapkan karena adanya berbagai pengaruh
yang sifatnya positif yang datangnya dari luar atau dari dalam sendiri, dengan
harapan agar peserta didik dapat menghadapi masa depannya dengan baik.
Lamgkah pengembangan kurikulum yaitu diawali
dengan perumusan tujuan, menentukan isi, organisasi dan proses belajar mengajar
dan evaluasi kurikulum.
Dalam proses pengembangan kurikulum melalui
beberapa proses yaitu proses perencanaan kurikulum yang memunculkan ide atau
gagasan yang kemudian diramu untuk dijadikan program atau kurikulum secara
dokumen, kemudian dikembangkan dan disosialalisasikan dalam proses
pelaksanaannya, yang dapat berupa pengembangan kurikulum dalam bentuk satuan
acara pembelajaran atau SAP, proses pembelajaran di kelas atau di luar kelas,
serta evaluasi pembelajaran, sehingga diketahui tingkat efisiensi dan
evektifitas. Dari evaluasi ini akan diperoleh umpan balik (feed back) untuk
digunakan dalam penyempurnaan kurikulum berikutnya. Dengan demikian, proses
pengembangan kurikulum menuntut adanya evaluasi secara berkelanjutan mulai dari
perencanaan, implementasi hingga evaluasinya itu sendiri.
B. Saran
Walaupun penulis menginginkan kerapihan dan
kesempurnaan ketika menyusun makalah ini, namun pada kenyataannya masih banyak
sekali kekurangan-kekurangan yang perlu diperbaiki ulang oleh penulis. Karena
minimnya pengetahuan penulis. Dan semoga makalah bermanfaat bagi kita semua.
Maka dari itu penulis sangat berharap sekali
kepada pembaca atas kritik dan sarannya. Agar penulis bisa menjadikan kritik
dan saran yang diberikan oleh para pembaca sebagai bahan evaluasi kedepannya.
DAFTAR
PUSTAKA
Dakir.
2004. Perencanaan dan Pengembangan
Kurikulum. Jakarta: PT Adi Mahasatya.
Listiana, Heni. 2016. Pengembangan Kurikulum.
Surabaya: Imtiyaz.
Muhaimi. 2012. Pengembangan Kurikulum
Pendidikan Agama Islam. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
Muhammad. 2008. Pengembangan Kurikulum di
Sekola. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
[3] Muhaimi, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: PT
Rajagrafindo Persada, 2012), 10.
[6] [6] Muhaimi, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: PT
Rajagrafindo Persada, 2012), 12-14.

Komentar
Posting Komentar